Rasulullah SAW Sebagai Pengejawantahan Moralitas Islam
Islam agama yang luhur moralitasnya. Allah SWT mengutus Nabi SAW adalah untuk menyempurnakan akhlak (moral), disamping untuk menyebarkan agama islam namun tujuan utamanya adalah untuk menyempurnakan akhlak. Karena pada saat itu masyarakat Mekah sangat rusak moralnya, bukan hanya menyembah berhala saja tetapi perbuatan-perbuatan buruk seperti mabuk, berjudi, kekerasan, menindas orang miskin, perbudakan, pelacuran, pembunuhan, perkelahian dan lainnya sangat lumrah sekali. Maka dari itu tujuan utama Nabi SAW adalah untuk membereskan perbuatan buruk itu dengan menyebarkan teologi “laa ilaha illallah” yang sudah tentu akan memperbaiki akhlak dan perilaku masyarakat Mekah karena ajaran yang terkandung di dalamnya.

Dalam sejarahnya islam berkaitan erat dengan 2 agama besar lainnya yaitu Yahudi dan Nasrani. Islam berkaitan erat dengan dua agama yahudi dan nasrani dalam hijrahnya Nabi SAW ke kota Yastrib –yang kemudian berganti nama menjadi Madinah- karena penduduk kota Madinah pada waktu itu sudah banyak memeluk agama Yahudi, Nasrani dan bahkan agama islam sudah ada sebagian kecil. Berbeda dengan masyarakat Mekah yang masih menganut paham paganisme dengan menyembah berhala sesuai kepercayaan nenek-moyangnya secara turun-temurun. Nabi Muhammad SAW berhijrah pada tahun ke-13 kenabiannya dan menetap di Madinah, beliau berdakwah di Madinah selama 10 tahun sampai wafat dan dimakamkan di kota Madinah.
Nilai akomodatif dan defensif islam tertuang dalam piagam Madinah. Piagam Madinah dibuat oleh Nabi SAW -sebagai pemimpin Madinah pada waktu itu- sebagai perjanjian yang ditandatangani oleh para petinggi Madinah dari berbagai suku mayoritas seperti Anshar (penduduk asli muslim Madinah), sahabat Muhajirin (orang muslim yang berhijrah ke kota Madinah), suku Aus, suku Khazraj tidak lupa juga kaum Yahudi Madinah: bani Qainuqo, bani Quraidzah dan bani Nadhir serta suku-suku minoritas nasrani lainnya. Piagam Madinah tidak terlepas dari strategi Rasulullah SAW yang ingin mendamaikan suku Aus & Khazraj yang sering terlibat konflik, di dalam piagam Madinah karena Rasulullah SAW mengingat penduduk Madinah yang heterogen sehingga dibuat dengan seadil-adilnya dan saling menguntungkan semua pihak. Nabi SAW tidak menonjolkan islam maupun simbol-simbolnya di dalam piagam Madinah meskipun beliau seorang pemimpin besar ummat islam. Semua suku Madinah dibuat senang dan puas oleh kecerdasan dan keadilan Rasulullah SAW dalam piagam Madinah.
Nabi Muhammad SAW adalah pengejawantahan moralitas islam. Manusia yang paling luhur akhlaknya adalah baginda Nabi Muhammad SAW, karena beliau adalah teladan bagi seluruh alam. Akhlaknya yang luhur bahkan sudah tertanam sebelum beliau menjadi seorang nabi, beliau sebelum menjadi nabi sudah sering dimintai pendapatnya dan sering diminta untuk memecahkan suatu permasalahan. Belaiau sebelum menjadi nabi sudah digelari Al-Amin orang yang dipercaya. Setelah menjadi nabi pun tidak lantas membuatnya tinggi hati dan ingin dihormati, dalam kehidupan bersosialnya beliau begitu menghormati sesama meski berbeda agama. Beliau ketika sedang duduk jika ada jenazah orang yahudi digotong melewati beliau, beliau lekas berdiri untuk menghormatinya.
Baca juga: Tidak Tahu itu Lebih Baik daripada So Tahu
Perbedaan sudah menjadi sunnatullah, kita harus bisa menerima dan menyesuaikan diri. Dalam firman-Nya suroh Al-Hujurot ayat 13, Allah SWT berfirman bahwa Dia telah menciptakan manusia dalam suku yang berbeda-beda supaya kita bisa saling mengenal dan semua manusia sama nilainya di hadapan Allah SWT yang membedakan adalah ketakwaannya. Disebutkan pula dalam firman-Nya bahwa orang yang paling baik adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain, kemudian ada lagi dalam Al-Qur’an disebutkan “walaqod karromna bani Adam” Allah SWT telah memuliakan anak Adam. Sebagai hanya seorang manusia biasa bertindaklah sebagai manusia biasa yang sama-sama telah dimuliakan oleh Allah SWT, rendahkan hati dengan menganggap orang lain pun sudah dimuliakan oleh Allah SWT karena ke-manusia-annya. Terlebih sebagai ummat islam ummat baginda Nabi SAW yang mempunyai akhlak dan moral paling luhur, kita harus meneladaninya.
No comments:
Silahkan masukan kritik dan saran untuk penulis dengan kata-kata yang santun ya