Pendiskriminasian makna Cinta

Cinta didiskriminasikan maknanya dengan istilah “bucin”. Bucin merupakan bahasa gaul yang tercipta baru-baru ini, bucin adalah akronim dari budak cinta –ada juga yang mengatakan akronim dari butuh cinta- yang biasanya ditujukan untuk seseorang yang rela melakukan apa saja demi pacarnya. Dan kata bucin biasanya dijadikan sebagai bahan olokan. Hemat saya makna cinta tidak serendah itu, bukan hanya diarahkan pada cinta dua orang remaja tanggung yang sedang jatuh cinta dan rela melakukan apa saja demi pacarnya. Tetapi cinta adalah keagungan rasa yang arah tujuannya yang tertinggi adalah cinta ilahiah.


(Buya Hamka) Cinta itu menguatkan bukan melemahkan. Cinta itu menghidupkan pengharapan dan menguatkan hati dalam perjuangan, cinta bukan yang membuat kita lemah dan mudah putus asa. Cinta yang melemahkan adalah cinta yang tidak pada tempatnya. Contohnya ketika seseorang menyatakan cinta kepada seseorang yang dicintainya kemudian ditolak lalu ia terluka hatinya. Percayalah luka yang didapatkan itu merupakan kasih sayang Allah agar seseorang itu tidak mendapatkan luka yang lebih dalam lagi karena cinta yang tidak tepat untuknya. Dengan kekuatan cinta, seberat apapun ujian yang diberikan maka kita akan tetap kuat. Seperti layaknya seorang ayah yang rela banting tulang mencari nafkah demi menghidupi keluarganya, itu tidak lain karena betapa besarnya cinta seorang ayah kepada istri dan anak-anaknya.


Membangun cinta universal, cinta yang rahmatan lil ‘alamin. Dalam kuantitas cinta diklasifikasi menjadi dua, yaitu cinta ekslusif dan cinta universal. Cinta ekslusif adalah cinta dalam lingkup yang sempit bisa hanya antara 2 orang saja atau paling banyak dalam lingkup keluarga. Sedangkan cinta universal adalah cinta dalam lingkup yang luas seperti dalam masyarakat sekitar, tetangga, antar umat, antar manusia, antar makhluk dan antar alam. Cinta yang ekslusif biasanya masih memiliki sifat egoisme yang tinggi karena cenderung akan hanya memikirkan kebahagiaan ruang lingkup yang kecil semata. Berbeda dengan cinta universal yang akan lebih mementingkan kepentingan bersama dan menyebarkan cinta kasih yang lebih luas, seperti dalam urusan humanisme, kerukunan agama, dan penjagaan alam. Pernikahan adalah membangun cinta yang ekslusif namun alangkah lebih baiknya didalamnya terdapat tujuan untuk mewujudkan cinta yang universal sehingga terwujudnya cinta yang rahmatan lil ‘alamin.

Cinta universal dapat menghubungkan terhadap cinta ilahiah. Cinta tentu tidak lain bersumber dari sang maha Cinta kekasih sejati umat manusia yakni Allah Swt. Cinta universal merupakan garis horizontal yang tentu menghubungkan pada cinta yang vertikal yaitu cinta ilahiah. Karena cinta universal dapat mewujudkan rahmatan lil ‘alamin tentu saja dapat memupuk kecintaan kita terhadap sang maha Cinta, begitu pula saling keterkaitan antara keduanya. Ketika kita memiliki cinta kepada Allah SWT (cinta ilahiah) maka akan mewujudkan kecintaan universal. Karena cinta ilahiah akan membuahkan cinta kasih terhadap sesama makhluk secara luas.


Jika kamu ingin bahagia masuklah dalam penderitaan cinta. Kata tersebut merupakan sebuah quotes dari penulis, quotes yang paradoks namun jika dirasakan itu memang sesuatu yang fakta. Ketika kita jatuh cinta maka semua akan terasa indah dan membahagiakan. Ketika kita berada dalam penderitaan tetapi jika kita menjalaninya dengan rasa cinta maka akan terasa bahagia. Contoh ketika seorang laki-laki dimintai untuk menjemput pacarnya di kampus dalam cuaca hujan, karena laki-laki itu mencintai pacarnya ia tetap berangkat menjemput pacarnya meski cuaca sedang hujan, dan itu dilakukan dengan hati yang bahagia karena cinta yang dimiliki untuk pacarnya. Orang lain yang melihatnya pasti akan merasa iba dan mencemoohnya dengan sebutan “bucin”, tapi ketahuilah laki-laki itu meski dalam penderitaan tetapi ia bahagia. Itu contoh sederhana saja, dan quotes itu dapat dibuktikan pada kasus cinta yang seperti apapun dan kepada siapapun.

No comments:

Silahkan masukan kritik dan saran untuk penulis dengan kata-kata yang santun ya

Powered by Blogger.