Kita Sebenarnya SAMA, Tidak Beda

Semuanya selain Tuhan adalah makhluk, baik yang berbentuk materi maupun imateri. Mari kita berfikir untuk merasa sama jangan berfikir merasa beda, karena esensinya selain Tuhan kita semua adalah makhluk. Manusia, hewan, tumbuhan, gunung, jin, malaikat adalah makhluk di hadapan Tuhan yang mempunyai tugas dan otoritasnya masing-masing.

Sebagai sama-sama makhluk Tuhan kita harus saling menghargai dan mengasihi, tidak menjadikan yang lain -selain manusia- sebagai obyek. Seperti halnya manusia menjadikan dirinya subyek dan alam adalah obyek sehingga manusia dapat melakukan sebebasnya terhadap obyek, jika manusia berfikir manusia dan alam adalah sama-sama subyek maka akan timbul saling mengasihi, manusia tidak akan membuat kerusakan terhadap alam dan manusia tidak akan mendapat dampak dari kerusakan alam.

Begitupun terhadap sesama manusia, dikatakan dalam pepatah bahwa jika kita bukan saudara dalam agama maka kita saudara dalam bangsa. Manusia sering merasa berbeda karena sebenarnya manusia men-sakralkan fikirannya sendiri, tidak mau membuka diri dan fikirannya untuk fikiran orang lain. Merasa benar sendiri dan yang lain adalah salah menandakan bahwa pengetahuannya masih dangkal, seperti ilmu padi ketika masih kosong akan meninggi dan semakin berisi akan semakin merunduk. Seperti itu juga manusia jika wawasannya luas maka akan lebih rendah hati dan menerima perbedaan.

Sebenarnya setiap hal adalah saling berkaitan dan saling mempengaruhi. Seperti sejarah datangnya islam di nusantara yang dibawa oleh Arab, India (Gujarat), Persia dan Cina negara-negara tersebutlah yang pertama kali membawa dan menyebarkan islam di Nusantara. Sehingga budaya islam di Indonesia dipengaruhi oleh budaya-budaya Arab, Pesia, India dan Cina serta dipengaruhi juga oleh agama yang telah terlebih dulu ada di Nusantara yaitu hindu, budha dan agama lokal atau agama leluhur. Karena karakter orang Indonesia yang legowo mereka menyebarkan agama islam tidak dengan kekerasan melainkan melalui pendekatan budaya dan perdagangan, dari keberagaman tersebut melahirkan karakter islam indonesia yang plural dan toleran.

Nusantara adalah nama generik dari kemajemukan bangsanya dari budaya, suku, bahasa, agama dan kebangasaannya yang disatukan dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Dari keberagaman tersebut lahirlah originalitas bangsa Indonesia dengan karakternya yang toleran dalam agama, suku, bangsa dan budaya. Perbedaan bukan menjadi masalah ketika kita berfikir lebih radikal bahwa kita adalah sama-sama bangsa Indonesia, bahkan lebih radikal lagi bahwa kita ini sama-sama makhluk Tuhan sehingga timbul rasa saling menghargai dan mengasihi.

No comments:

Silahkan masukan kritik dan saran untuk penulis dengan kata-kata yang santun ya

Powered by Blogger.