Bebaskan fikiranmu, pecahkanlah tempurung itu
Berfikir yang baik adalah melalui 4 tahap yakni logis; sistematis; radikal dan universal. Manusia dianugrahkan akal budi bukan tanpa tujuan melainkan adalah agar manusia berfikir. Allah SWT dalam wahyu pertama-Nya kepada Nabi SAW yang disampaikan oleh malaikat Jibril adalah “Iqro!” artinya bacalah!. Pada saat itu Nabi SAW adalah seorang yang buta huruf, maka hemat saya perintah bacalah itu bukan semata-mata membaca secara tekstual karena Al-Qur’an juga baru akan diwahyukan belum dalam bentuk jadi.
Bacalah tersebut adalah perintah Allah SWT untuk membaca alam semesta, karena Nabi SAW mempunyai sifat wajib fathonah maka mustahil jika Nabi SAW bodoh. Nabi SAW adalah makhluk paling cerdas dan wajib cerdas. Maka sejak kecil memang beliau telah banyak membaca alam semesta, membaca alam semesta berarti berfikir. Otomatis kita sebagai ummatnya juga disunnahkan untuk berfikir.

Cara berpikir dalam logika adalah asas-asas yang menentukan pemikiran yang lurus, tepat, dan sehat. Ide-ide merupakan buah dari fikiran, namun ide yang tidak masuk nalar kita maka tidak bisa diterima dan tidak bisa dikatakan bahwa itu termasuk buah fikiran yang solutif. Ide maupun argumen haruslah yang bernalar. Berfikir logis adalah berfikir yang membuahkan pengetahuan, berfikir secara logis melalui tiga tahap yakni pemahaman, keputusan dan argumentasi.
Baca juga: Keistimewaan Rajab dan Buah Tangannya
Berfikir yang logis sebelumnya dibutuhkan sebuah pemahaman, pemahaman tersebut didapatkan dari hasil belajar dan informasi yang kita terima kedalam fikiran. Informasi yang kita terima kedalam fikiran kita itulah literasi review kita yang akan menentukan cara berfikir dan cara pandang kita.
Menemukan akar masalah adalah memecahkan masalah. Berfikir sistematis artinya berfikir secara beruntut dan tersusun hingga dapat membantu kita dalam memcahkan masalah. Berfikir sistematis adalah dengan menentukan sebab dan akibat dalam masalah tersebut. Berfikir sistematis dapat kita latih dengan cara membaca, berdiskusi dan menulis. Jika hanya membaca –tidak kita diskusikan dan tuliskan- saja kita tidak akan memecahkan masalah yang ada hanya membuatnya semakin chaos.
Penulis akan memberi contoh seperti ini: dalam suatu permasalahan pengangguran disebabkan oleh tidak tersedianya lapangan kerja, rendahnya pendidikan dan rasa malas hal tersebut menyebabkan kemiskinan. Nah jika kita menuliskan sambil memakai garis panah maka kita akan menemukan bahwa berfikir sistematis akan penuh dengan lingkar umpan balik.

Gambar. Kerangka contoh pemikiran sistematis
Berfikir secara radikal akan membuat kita memahami sampai pada hal mendasar dan lebih menyeluruh. Radikal berasal dari kata radix yang artinya akar, berarti berfikir sampai pada hal yang paling fundamental (mendasar). Dengan berfikir secara radikal akan menemukan kebenaran yang hakiki, dan menemukan kebenaran yang sama. Contoh manusia, hewan, tumbuhan, dan alam semesta jika difikirkan secara radikal adalah kedudukannya sama makhluk Tuhan. Atau penduduk nusantara dengan berbeda-beda suku bangsa, agama, budaya, dan bahasa jika difikirkan dengan radikal adalah sama-sama penduduk nusantara.
Baca juga: Edukasi Obat
Universal berfikir secara umum bukan khusus. Berfikir secara universal artinya menyeluruh dalam bingkai rasional yang dapat menafsirkan berbagai fenomena riil universal. Berfikir universal juga dapat dikatakan dalam posisi middle sehingga dapat melihat suatu fenomena dengan sisi yang netral. Berfikir secara universal juga berarti harus out of the box agar pandangan kita meluas dan tidak terikat pada ego.
Kita harus memerdekakan fikiran kita dari segala hal yang membelenggunya, tempurung yang mengungkung fikiran kita diantaranya adalah ego, sakralisasi pemikiran dan dogma subyektif –kebenaran yang telah kita patenkan sendiri- harus kita pecahkan. Jadilah dirimu yang baru yang membuka diri dan fikiran terhadap ilmu-ilmu baru namun jangan ditelan mentah-mentah tetapi difikirkan kemudian wujudkan dalam karya yang manfaat.
No comments:
Silahkan masukan kritik dan saran untuk penulis dengan kata-kata yang santun ya